Penanganan Badai Sitokin pada pasien Covid-19

Masker, covid19
Foto oleh Anna Shvets dari Pexels

PUBLIKTALAUD.net – Berdasarkan penelitian terbaru, peneliti menemukan bahwa terdapat periode kritis pada pasien Covid-19 di selang waktu 5-7 hari, dan sekitar 80 persen pasien cenderung membaik setelah periode ini.

18 persen akan ber-efek ke pneumonia berat, dan sisanya 2 persen akan menyerah dengan virus ini.

Dalam penanganannya Badai Sitokin pada pasien Covid-19 sangat memerlukan penanganan dokter secara intensif di ICU (Intensive Care Unit).

BACA JUGA:  216 kasus baru Covid-19 dalam sehari di Sulut, ini rinciannya

Selain itu, penelitian terhadap terapi anti-inflamasi dilakukan untuk mengobati Badai Sitokin pada pasien Covid-19.

Untuk mengurangi efek kerusakan yang ditimbulkan secara langsung, para peneliti merekomendasikan agar imunoterapi diberikan pada pasien.

Hingga saat ini, studi klinis masih terus berlanjut untuk mengevaluasi kemampuan opsi pengobatan dalam menghambat badai sitokin yang disebabkan oleh Covid-19.

BACA JUGA:  Tak sama, ini Gejala Covid-19 pada Orang yang Sudah dan Belum Divaksin

Sementara itu, Badai Sitokin adalah Sitokin yang berlebihan dalam tubuh. Istilah ini paling sering digunakan untuk menggambarkan respons inflamasi yang tidak terkendali oleh sistem kekebalan tubuh.

Banyaknya Sitokin ini menyebabkan peradangan akut pada tubuh manusia.

|suara.com